Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Organisasi dapat dipandang sebagai 1) Sistem sosial, yaitu orang-orang dalam kelompok, 2) integrasi atau kesatuan dari aktivitas-aktivitas orang-orang yang bekerja sama, 3) Orang-orang yang berorientasi atau berpedoman pada tujuan bersama (A Portes,2006). Selanjutnya menurut Robbins, L. 2005, menjelaskan bahwa, organisasi adalah suatu proses identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan kerja, mendefinisikan dan mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawab dan menetapkan hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerjasama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan. Sebuah organisasi tidak akan bisa lepas dengan yang namanya struktur organisasi karena struktur organisasi adalah cara suatu aktivitas organisasi dibagi, di organisir, dan dikoordinasikan.
Organisasi adalah aktor sosial dalam masyarakat sebagaimana halnya individu yang sengaja dibentuk untuk tujuan tertentu, memiliki anggota secara jelas, dimana aturan dinyatakan dan ditegakkan secara lebih tegas. Sementara, keorganisasian (organiza-tional) adalah hal-hal berkenaan dengan organisasi. Disini tercakup misalnya perihal kepemimpinan dalam organisasi, keanggotaan, manajemen, keuangan organisasi, kapasitas organisasi, serta relasi dengan organisasi lain. Contoh organisasi petani adalah koperasi, kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan kelompok wanita tani
Fungsi Pengorganisasiam Kelompok Tani
Fungsi adalah sekelompok tugas atau kegiatan yang harus dijalankan oleh seseorang yang mempunyai kedudukan sebagai pemimpin atau manager guna mencapai tujuan organisasi. Sekelompok kegiatan yang menjadi fungsi seorang pemimpin terdiri dari kegiatan menyusun perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing), pemberian motivasi atau bimbingan (Motivating), pengawasan (Controlling), dan pengambilan keputusan (Decision making).
Fungsi pengorganisasian (organizing) dalam manajemen adalah proses mengatur tugas, wewenang dan tanggung jawab setiap individu dalam manajemen. Menjadi satu kesatuan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan. Fungsi pengorganisasian bukan hanya mengatur orang. Tapi semua sumber daya yang dimiliki. Termasuk uang, mesin, waktu, dan semuanya. Tanpa terkecuali. Dengan fungsi pengorganisasian. Semua aktivitas menjadi mudah dijalankan. Semua sumber daya akan memberikan hasil yang maksimal. Semua diatur sedemikian rupa.
Kelompok Tani adalah kumpulan orang-orang tani (Dewasa, wanita, pemuda) yang terikat secara informal atas dasar kerasaian dalam kebutuhan bersama serta didalam lingkungan pengaruh dan pempinan seorang kontak tani yang dicirikan dengan: 1) merupakan kelompok yang efektif yang terdiri dari kurang lebih 10 orang untuk bekerjasama dalam hal belajar teknologi, pengambilan keputusan, produksi, dan lainnya; 2) anggota para petani berada dalam pengaruh kontak tani; 3) Para aggota kelompok tani memiliki tujuan yang sama, UT yang sejenis; 4) para anggota memilki kegemaran sejenis, tradisi, bahasa, domisili, lokasi UT, status ekonomi, pendidikan dan usia; 5) bersifat Informal diman terbentuk atas dasar keinginan dan pemufakatan pra anggota, memilki aturan, waktu tidak tertulis, adanya pembagian kerja dan tanggung jawab bukan pengurus, hubungan antar anggota luwes, solider dan percaya
Kelompok tani sebagai bagian integral pembangunan pertanian memiliki peran dan fungsi penting dalam menggerakkan pembangunan pertanian di perdesaan. Kelompok tani inilah pada dasarnya sebagai pelaku utama pembangunan pertanian di perdesaan. Dalam hal ini keberadaan kelompok tani dapat memainkan peran tunggal atau ganda, seperti penyediaan input usahatani (misalnya pupuk), penyediaan modal (misalnya simpan pinjam), penyediaan air irigasi (kerjasama dengan P3A), penyediaan informasi (penyuluhan melalui kelompok tani), serta pemasaran hasil secara kolektif.
Sebagai organisasi sosial masyarakat, kelompok tani berfungsi sebagai wadah belajar-mengajar bagi anggotanya guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta tumbuh dan berkembangnya kemandirian dalam berusahatani dengan produktivitas yang meningkat, pendapatan yang bertambah, dan kehidupan lebih sejahtera. Selain itu, kelompok tani juga berfungsi sebagai wahana kerjasama diantara sesama petani dalam kelompok tani dan antar kelompok tani, serta dengan pihak lain.
Melalui kerjasama ini diharapkan usahataninya akan lebih efisien serta lebih mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Terakhir kelompok tani juga berfungsi sebagai unit produksi, yang dilaksanakan oleh masing-masing anggota kelompok tani secara keseluruhan sebagai satu kesatuan usaha yang dapat dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi, baik dipandang dari segi kuantitas, kualitas maupun kontinuitas. Fungsi kelompok tani antara lain adalah :
1. Sebagai Kelas Belajar
- Sebagai media interaksi dalam belajar para anggota kelompok untuk adopsi inovasi
- Media sebai asah, asuh,asih para anggota dalam menyerap informasi
2. Sebagai Wahana Kerjasama
- Wadah kerja sama (embrio koperasi)
- Menyelenggarakan kegiatan berdasakan musyawarah
3. Sebagai unit produksi
- Kegiatan produski bersama usaha perusahaan
- Peningkatkan posisi tawar (brganing posistion)
4. Sebagai organisasi kegiatan bersama (adanya pembagaian tugas antar anggota untuk mencapai tujuan kelompok)
Kondisi ataupun kemajuan kelompok tani dapat dilihat dari dinamika kelompok tani yaitu 6 faktor :
1. Tujuan Kelompok (Kejelasan tujuan kelompok, Ketepatan-relevan dengan tujuan anggota).
2. Struktur kelompok (Otoritas, kekuasaan atau pengasuh didalam kelompok; Komunikasi di dalam kelompok vertikal dan horisontal)
3. Tugas kelompok (Tugas yang berorientasi tujuan: Satusfaction –sumber motivasi; Information – tentang apa yang akan dilaksanakan kelompok; Coordination – dalam pelaksanaan tugas; Infiation –oleh pemimpin pengurus, anggota kelompok; Desiminasi - untuk mencapai tujuan kelmpok kepada seluruh anggota; Morifikasi –semua hal –> kepada semua anggota kelompok.
4. Kelembagaan dan pembinaan kelompok dilihat dari beberapa unsur dibawah ini antara lain :
- Partisipasi Anggota yaitu peranan dari para anggota
- Fasilitasi terhadap anggota kelompok
- Norma yang berlaku dalam kelompok
- Aktivitas yang dilakukan dalam pembinaan kelompok
- Koordinasi antar anggota kelompok dan pengurus kelompok tani
- Komunikasi yang terjalin dalam kelompok
- Anggota baru, proses penerimaan anggota kelompok
- Sosilisasi
5. Kesatuan Kelompok yang memiliki unsur diantaranya adalah :
- Kekompakkan kelompok sebagai komitment para anggota
- Kepemimpinan (pemaksaan akan tujuan dan pelaksana penjelasaan tujuan kepada para anggotanya)
- Keanggotaan (merasa anggota/acuh)
- Nilai tujuan (penting/tidak penting)
- Integrasi (perilakunya individu lebih banyak--individu atau kelompok)
- Kerjasama (tolong menolong)
- Ukuran anggota kelompok (15 orang-ideal)
- Pencapaian tujuan kelompok
- Kepuasan anggota kleompok
Dari 6 unsur dinamika kelompok disusun 10 jurus kelompok :
- Daya serap informasi (kelincahan kontak tani dan pengurus kelompok dalam mencari, mengolah dan menjelaskan info yang bermanfaat bagi seluruh anggota).
- Perencanaan (kemampuan merencanakan kegiatan-kegiatan kelompok untuk meningkatkan produksi dan pendapatan)
- Kerjasama dalam pelaksanaan pekerjaan (kekompakan para anggota)
- Pengembangan fasilitas bdan sarana (perkembangan fasilitas dan sarana yang mendukung/ menunjang usahatani).
- Pemupukan modal (perkembangan permodalan – pembinaan berkoperasi)
- Ketatan terhadap perjanjian (kemampuan dalam menaati perjanjian (Contoh Dalam Perkrediatan)
- Kemampuan mengatasi keadaan darurat.
- Kecekatan dalam penggerakan daya dan untuk mengatasi masalah mendesak.
- Pengembangan karier (pembinaan anggota sehingga meningkatkan keahliannya)
- Hubungan melembaga dengan koperasi (contoh: Semua anggota menjadi anggota koperasi kontak tani/pengurus kelompok–pengurus koperasi).
Manfaat Pengorganisasiam Kelompok
Kelompok tani sebagai bagian integral berperan penting menggerakkan pembangunan pertanian di perdesaan. Kelompok tani pada dasarnya adalah organisasi non formal diperdesaan yang ditumbuh kembangkan “ dari, oleh dan untuk petani “dengan ciri –ciri sebagai berikut :
- Saling kenal, akrab dan saling percaya diantara sesama anggota;
- Mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama dalam berusaha tani;
- Memiliki kesaamaan dalam tradisi dan atau pemukiman, hamparan usaha, jenis usaha, status ekonomi maupun sosial, bahasa, pendidikan dan ekologi;
- Ada pembagian tugas dan tanggungjawab sesama anggota berdasarkan kesepakatan bersama;
Selain memiliki ciri tersebut, juga memiliki beberapa unsur pengikat yaitu :
- Adanya kepentingan yang sama diantara para anggotanya;
- Adanya kawasan usaha tani yang menjadi tanggungjawab bersama diantara para anggota;
- Adanya kader tani yang berdedikasi untuk menggerakkan para petani dan kepemimpinannya diterima oleh sesama petani lainnya;
- Adanya kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh sekurang-kurangnya sebagian besar anggotanya;
- Adanya dorongan atau motivasi dari tokoh masyarakat setempat untuk menunjang program yang telah ditentukan;
Dalam hal ini keberadaan kelompok tani dapat memainkan peran tunggal atau ganda, seperti penyediaan input usahatani (misalnya pupuk), penyediaan modal (misalnya simpan pinjam), penyediaan air irigasi (kerjasama dengan P3A), penyediaan informasi (penyuluhan melalui kelompok tani), serta pemasaran hasil secara kolektif.
Secara konseptual peran kelompok tani lebih merupakan suatu gambaran tentang kegiatan-kegiatan kelompok tani yang dikelola berdasarkan kesepakatan anggotanya. Kegiatan tersebut dapat berdasarkan jenis usaha, atau unsur-unsur subsistem agribisnis, seperti pengadaan sarana produksi, pemasaran, pengolahan hasil pasca panen, dan sebagainya.
Pemilihan kegiatan kelompok tani ini sangat tergantung pada kesamaan kepentingan, sumberdaya alam, sosial ekonomi, keakraban, saling mempercayai, dan keserasian hubungan antar petani, sehingga dapat merupakan faktor pengikat untuk kelestarian kehidupan berkelompok, dimana tiap anggota kelompok dapat merasa memiliki dan menikmati manfaat sebesar-besarnya dari kelompok tani. Peranan kelompok tani juga dapat dimainkan tiap waktu oleh pemimpin kelompok maupun oleh anggota lainnya.
Pemimpin kelompok tani memiliki peran sebagai koordinator, dimana mereka yang menjelaskan atau menunjukkan hubungan antara berbagai pendapat dan saran, sementara tiap anggota dalam kelompok tentu boleh memainkan lebih dari satu peran dalam partisipasi kelompok. Disamping itu, pemimpin kelompok juga sebagai penggerak (energizer) kelompok untuk bertindak atau mengambil keputusan, dan berusaha merangsang atau memberi semangat pada kelompok agar melakukan kegiatan yang telah ditetapkan. Meningkatnya partisipasi anggota kelompok akan meningkatkan kedinamisan kelompok. Kedinamisan tersebut akan memberikan peluang sebesar-besarnya kepada anggota untuk bekerjasama dan berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, sehingga tujuan bersama dapat dicapai.
Kelompok tani yang dinamis ditandai oleh selalu adanya kegiatan ataupun interaksi, baik di dalam maupun dengan pihak luar dalam upaya mencapai tujuan kelompok. Sebagai organisasi sosial masyarakat, kelompok tani berfungsi sebagai wadah belajar-mengajar bagi anggotanya guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta tumbuh dan berkembangnya kemandirian dalam berusahatani dengan produktivitas yang meningkat, pendapatan yang bertambah, dan kehidupan lebih sejahtera. Selain itu, kelompok tani juga berfungsi sebagai wahana kerjasama diantara sesama petani dalam kelompok tani dan antar kelompok tani, serta dengan pihak lain.
Melalui kerjasama ini diharapkan usahataninya akan lebih efisien serta lebih mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Terakhir kelompok tani juga berfungsi sebagai unit produksi, yang dilaksanakan oleh masing-masing anggota kelompok tani secara keseluruhan sebagai satu kesatuan usaha yang dapat dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi, baik dipandang dari segi kuantitas, kualitas maupun kontinuitas.
Pembagian kerja dapat memudahkan dan menghindarkan bentrok kerja yang diwujudkan untuk mengelompokan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing pengurus/anggota kelompok. Dengan pembagian pekerjaan akan disesuaikan dengan kemampuan anggota untuk menjadi pengurus dari suatu pengorganisasian kelompok tani ataupun gapoktan.
Pengorganisasian kelompok tani/gapoktan adalah tentang tentang mengatur sumber daya. Mengatur agar tepat. Mengatur agar segala sesuatu berjalan dengan semestinya. Sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya dengan pertimbangan Keahliannya berbeda. Ilmunya berbeda. Motifasinya berbeda. Tingkah lakunya berbeda. Hampir semuanya berbeda sementara setiap anggota harus mewujudkan keinginan dan tujuan bersama dari kelompok yang telah dibentuk tersebut.
Dari semua uraian diatas, fungsi pengorganisasian wajib dilakukan karena banyak manfaatnya untuk kelompok tani/gapoktan, diantaranya:
1. Mempermudah koordinasi antar pihak dalam kelompok2. Pembagian tugas sesuai dengan kondisi kekinian perusahaan
3. Setiap individu mengetahui apa yang akan dilakukan
4. Mempermudah pengawasan
5. Memaksimalkan manfaat spesialisasi
6. Efisiensi biaya
7. Hubungan antar individu semakin rukun

